7 Pelajaran dari Film The Billionaire bagi Pengusaha
 |
| Paman Top : Salah satu kunci sukses Top Ittipat |
Setelah menonton film
The Billionaire, saya mencatat ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil untuk menjadikan diri kita sebagai seorang pengusaha yang sukses.
- Think less, do more : Ada sebuah adegan dimana Top memeluk Pamannya dan berkata ” Aku
telah mengerahkan semuanya, jika kali ini gagal, aku akan berhenti. Dan
aku akan berhenti menjadi orang yang keras kepala ” , dan apa yang dikatakan pamannya ” Tidak apa-apa. Justru jika kamu terlalu banyak berfikir, kamu tidak akan mencapai seperti saat ini “
- Pengorbanan : Setidaknya ada 3 hal yang dikorbankan
oleh Top untuk mencapai kesuksesan, yaitu Sekolah, Cinta, dan Keluarga.
Ia harus keluar dari sekolah untuk membantuk pamannya berjualan kacang
yang mulai digemari konsumen. Ia harus bertengkar dan akhirnya putus
dengan pacarnya setelah pacarnya tidak menyetujui keinginan Top untuk
keluar dari sekolah. Dan ia harus berpisah dengan kedua orang tuanya
yang pindah ke China untuk menjadikan impiannya menjadi nyata.
- Jangan pernah menyerah : Pada film ini , tercatata
beberapa kali Top mengalami kegagalan dan penipuan, namun ia tidak
menyerah dan terus berusaha. Suatu saat ketika ia berada didalam mobil
bersama ayahnya dan baru saja ditipu oleh seseorang, ayahnya berkata ” Berjualan itu tidak semudah bermain game. Welcome to the real world”
. Top juga menjual seluruh barang yang dipunyainya untuk menemukan
bagaimana cara membuat cemila rumput laut yang enak, bahkan hal ini
sempat membuat pamannya masuk rumah sakit.
- Partner : Tidak bisa dipungkiri bahwa peran Paman
Top sangatlah besar dalam film ini. Ia lah yang membantu Top mulai dari
awal ia berjualan kacang hingga Top sukses menjalankan bisnis snack
rumput lautnya. Ia selalu sedia untuk melakukan apa yang diinginkan oleh
Top. Ia berteriak-teriak didalam Mall untuk menjajakan kacang yang
dijual Top, ia mencoba berkardus-kardus rumput laut untuk menemukan rsep
membuat snack rumput laut hingga ia jatuh pingsan dan masuk rumah
sakit, ia menjadi tempat Top berkeluh kesah saat percintannya gagal, ia
menjadi seseorang yang sangat berharga bagi Top. Dan saya yakin, tanpa
Pamannya, Top tidak akan menjadi seperti yang saat ini.
- Belajar dan belajar : Pada film ini ada beberapa
adegan dimana Top bertanya kepada orang lain mengenai barang yang akan
dijualnya. Selain itu ia juga mencatat berbagai macam hal yang ia pikir
bisa menunjang usahanya. Top memang lebih suka mempelajari sesuatu yang
langsung bisa dipraktekkan dibandingkan mendengarkan teori yang
disampaikan dosen didalam kelas.
- Kolaborasi : Salah satu kunci sukses Top adalah
keberhasilannya meminta masukan dari seorang profesor di sebuah
Universitas di Thailand untuk mengatasi snack yang mudah kadaluarsa.
Dari profesor itulah Top mengetahui bahwa oksigen lah yang membuat snack
nya kadaluarsa, sehingga oksigen harus dibuang dan diganti dengan
nitrogen untuk memperpanjang daya tahan snack yang dibuatnya. Dari hal
ini maka kita bisa mengetahui bahwa kolaborasi antara Pengusaha dan
Universitas itu sangat penting, karena Universitas bisa menyelesaikan
berbagai macam persoalan yang dimiliki oleh pengusaha, tentu saja karena
mereka yang menguasai keilmuan.
Jujur : Film ini juga mengajarkan sebuah nilai
kejujuran. Ada sebuah adegan dimana Top mencoba untuk menyuap seorang
penjaga mall, dan penjaga mall itu berkata pada Ibu Top yang berada di
samping Top ” Anda Ibunya kan ? Tolong disiplinkan anak anda ” .
Dan Top belajar dari hal ini, pada sebuah adegan di akhir cerita,
paman Top memberi Top seamplop uang untuk menyuap 2 orang yang melakukan
penilaian terhadap kelayakan pabrik milik Top, namun Top tidak
melakukannya dan berkata “ Aku tidak mau ada orang lain lagi yang menyalahkan orang tuaku “
sumber : http://afaizn.wordpress.com
No comments:
Post a Comment